Puasa bisa cocok untuk banyak orang, tapi memang tidak untuk semua, dan itu sama sekali tidak apa-apa. Melewatkannya adalah pilihan yang sangat baik. Ini siapa yang sebaiknya menjauh, atau bicara dengan dokter dulu.
Biasanya paling baik melewatkan puasa kalau kamu berusia di bawah 18 tahun, karena tubuh yang sedang tumbuh butuh asupan teratur. Hal yang sama berlaku kalau kamu sedang hamil atau menyusui. Kalau kamu punya riwayat gangguan makan, puasa bisa memunculkan lagi pola lama, jadi tolong lewati dan rawat dirimu dulu.
Tolong bicara dengan dokter sebelum mulai kalau kamu punya diabetes atau minum sesuatu yang memengaruhi gula darah, seperti insulin. Melewatkan makan bisa mengubah cara kerja obat-obat itu. Hal yang sama berlaku untuk obat lain atau kondisi kesehatan lain. Obrolan singkat bisa membantu kamu memastikan apakah puasa aman untukmu, dan bagaimana menyesuaikannya kalau aman.
Siapa pun kamu, perlakukan tubuhmu sebagai bos. Hentikan puasa dan makan sesuatu kalau kamu merasa lemas, pusing, tidak enak badan, atau bingung, atau kalau jantungmu berdebar kencang. Itu bukan tanda bahwa kamu harus memaksa terus. Itu tanda sudah waktunya camilan, duduk, dan minum air.
Mengakhiri puasa lebih awal bukan kegagalan. Itu kamu yang sedang mendengarkan, dan itulah intinya. Di Step Step kamu bisa mencatat bagaimana perasaanmu di catatan, yang berguna sebagai riwayat untuk dibagikan ke dokter.
Siapa yang sebaiknya tidak melakukan puasa intermiten?
Melewatkan puasa adalah pilihan yang lebih aman kalau kamu berusia di bawah 18 tahun, sedang hamil, sedang berusaha hamil, atau menyusui. Tubuh yang sedang tumbuh dan bayi membutuhkan energi dan nutrisi yang stabil, dan puasa tidak cocok untuk tahap-tahap ini.
Sebaiknya juga dihindari kalau kamu punya, atau pernah punya, gangguan makan seperti anoreksia, bulimia, atau gangguan makan berlebihan. Aturan tentang kapan boleh makan bisa membawa kembali pola lama. Kalau kamu merasa puasa mulai terasa seperti aturan yang harus dipatuhi atau cara menghukum diri, berhentilah dan bicara dengan orang yang kamu percaya atau dokter.
Orang yang berat badannya kurang, sedang pulih dari sakit atau operasi, atau yang lemah atau lanjut usia dengan nafsu makan buruk juga sebaiknya meminta saran dulu.
Kalau kamu tidak yakin apakah termasuk salah satu kelompok ini, bertanyalah. Dokter, perawat, atau apoteker tidak akan menganggapnya pertanyaan konyol, dan jawaban tidak hari ini bukan berarti tidak selamanya.
Kondisi medis apa yang perlu saran dokter sebelum berpuasa?
Diabetes adalah yang utama. Insulin dan sebagian obat tablet bisa menurunkan gula darah terlalu rendah kalau kamu melewatkan makan. Dosis atau waktunya mungkin perlu diubah, dan hanya dokter atau perawat diabetes yang bisa mengatakan caranya.
Periksakan juga ke dokter kalau kamu minum obat rutin, terutama untuk tekanan darah, penyakit jantung, masalah ginjal, atau apa pun yang harus diminum bersama makanan. Sebagian obat mengiritasi perut bila diminum saat kosong, dan sebagian memengaruhi hidrasi. Obat lain berisiko menyebabkan tekanan darah rendah atau gula darah rendah saat kamu makan lebih sedikit.
Batu empedu, riwayat asam urat, tekanan darah rendah, dan refluks juga bisa terpengaruh. Konsultasi singkat sekarang lebih baik daripada masalah nanti. Bawa catatan tentang apa yang ingin kamu coba, misalnya jeda semalaman 14 jam, supaya sarannya bisa spesifik.
Apa saja tanda bahaya untuk menghentikan puasa?
Berhenti dan makanlah kalau kamu merasa lemas, pusing, gemetar, mual, atau bingung. Hal yang sama berlaku untuk detak jantung yang kencang atau tidak teratur, nyeri dada, sakit kepala hebat, atau pingsan. Tidak satu pun dari ini tanda untuk memaksakan diri.
Minum air, duduk, dan makan sesuatu yang mengandung karbohidrat dan protein, seperti roti panggang dengan telur atau pisang dengan yogurt. Kalau gejala tidak mereda dalam waktu singkat, atau kamu merasa sangat tidak enak badan, cari bantuan medis.
Mengakhiri puasa lebih awal bukan gagal. Itu respons yang bijak terhadap apa yang dikatakan tubuhmu.
Jangan berpuasa saat kamu sakit dengan demam, muntah, atau diare. Tubuhmu butuh cairan dan makanan untuk pulih, dan kamu bisa melanjutkannya lagi saat sudah sehat.
Apa alternatif yang lebih lembut daripada puasa?
Kalau puasa bukan untukmu, kamu tetap bisa menata hari. Makan teratur. Coba selesaikan makan malam sedikit lebih awal dan sarapan dengan layak. Bergeraklah setelah makan, misalnya jalan kaki singkat, dan perhatikan tidur serta air minummu.
Banyak kebiasaan yang disukai orang dari puasa, seperti lebih sedikit ngemil tanpa sadar dan rutinitas yang lebih tenang, bisa dibangun tanpa jeda panjang di antara waktu makan. Perencana Target Langkah di situs ini bisa membantumu menetapkan target jalan kaki harian kalau gerak ringan lebih menarik bagimu.
Kalau kamu ingin membicarakan apa yang cocok, ahli gizi terdaftar bisa membantu menyusun pola yang sesuai dengan kesehatan, obat, dan rutinitasmu. Di Inggris, dokter umum bisa merujukmu, dan situs NHS punya bagian yang jelas tentang makan sehat dan berat badan.
Pertanyaan umum
Siapa yang sebaiknya menghindari puasa intermiten?
Siapa pun yang berusia di bawah 18 tahun, hamil atau menyusui, atau punya riwayat gangguan makan sebaiknya menghindarinya. Penderita diabetes atau yang minum obat rutin perlu saran dokter dulu.
Amankah puasa bagi penderita diabetes?
Tidak tanpa panduan medis. Melewatkan makan bisa menyebabkan gula darah rendah, terutama dengan insulin atau obat tablet tertentu. Bicaralah dengan dokter atau tim diabetes sebelum mencobanya.
Bolehkah saya berpuasa kalau minum obat?
Tergantung obatnya. Sebagian harus diminum bersama makanan, dan sebagian memengaruhi tekanan darah atau gula darah. Tanyakan ke dokter atau apoteker sebelum mengubah jam makan.
Kapan saya harus menghentikan puasa?
Berhenti dan makanlah kalau kamu merasa lemas, pusing, gemetar, tidak enak badan, bingung, atau jantung berdebar kencang. Kalau gejala berlanjut setelah makan dan minum, cari saran medis.
Diperbarui 25 Oktober 2026
Ini informasi umum, bukan saran medis. Tanyakan dulu ke dokter sebelum mulai puasa, terutama kalau kamu punya kondisi kesehatan tertentu, sedang hamil, atau minum obat.